Feb 15, 2013

Misteri Burung Merpati Terpecahkan?

15 Februari 2013


Telah dibahas tentang burung pada artikel sebelumnya bahwa burung bisa menggunakan mata kanannya untuk melihat medan magnet bumi dan membuat navigasi.

Tapi bagaimana dengan burung merpati, burung yang bisa menyampaikan surat-surat pada orang-orang dari tempat yang jauh?


Misteri tentang bagaimana merpati mampu mencapai rumah mungkin telah terpecahkan.

Petelitian terbaru menunjukkan, burung-burung merpati menggunakan navigasi dengan gelombang suara berfrekuensi rendah untuk membuat peta lokasi mereka.


Temuan yang dipublikasikan di Journal of Experimental Biology ini, dapat menjelaskan mengapa para navigator menakjubkan ini kadang-kadang benar-benar kehilangan arah: gelombang frekuensi rendah dari lokasi mereka berada tidak mampu mencapai loteng rumah mereka.


Permulaan Misteri 

Pada tahun 1969, seorang profesor biologi universitas Cornell, memberikan penjelasan kepada para ahli geologi di kelas tentang misteri merpati yang hilang. Ketika merpati dibawa ke hampir semua lokasi, mereka pulang lurus dengan akurasi yang luar biasa. Tetapi pada satu lokasi, yang disebut Jersey Hill, merpati-merpati itu kehilangan arah, masing-masing merpti mendarat di tempat yang tidak beraturan. Pada dua lokasi lainnya, burung-burung konsisten terbang menuju ke arah yang salah secara bersama-sama. Pada beberapa kasus, burung-burung secara ajaib akan membuat rumah, tapi kemudian tersesat di hari berikutnya.

Ahli geologi, John Hagstrum, mendengar penjelasan profesor tersebut, dan pertanyaan inilah yang mengganggunya selama bertahun-tahun. Pada 1990-an, ia menemukan bahwa burung merpati dalam suatu balapan di Eropa tersesat pada hari yang cerah, ketika Concord, pesawat supersonik, berada di area tersebut. Yang membuatnya bertanya-tanya, apakah sonic boom dari pesawat Concord mengganggu navigasi merpati lewat gelombang suara.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa burung mendengar gelombang suara dengan frekuensi yang sangat rendah sekitar 0,1 Hertz. Gelombang infrasonik ini dapat berasal dari dalam laut dan menciptakan gangguan kecil di atmosfer. Hagstrum mulai berpikir, mungkin burung-burung menggunakan infrasonik untuk navigasi.


Pengujian

Untuk menguji gagasan bahwa merpati menggunakan infrasonik untuk membuat sebuah peta navigasi, ia menggunakan sebuah program komputer untuk pemodelan gelombang infrasonik dari 200 lokasi di seluruh Cornell University, di mana sekitar 45.000 merpati dilepaskan selama kurun waktu 14 tahun. Dia kemudian membandingkan data gelombang suara di berbagai lokasi dengan informasi apakah merpati telah berhasil mencapai rumah.

Hagstrum menemukan bahwa pada hari-hari ketika merpati tersesat, gelombang infrasonik dari Jersey Hill tidak mencapai loteng rumah mereka di Cornell. Bahkan yang lebih menarik, pada hari yang aneh ketika burung sampai di rumah dari Jersey Hill tanpa masalah, gelombang infrasonik bergerak di antara dua lokasi. Di lokasi lain di mana merpati menuju ke arah yang salah, menunjukkan bahwa arus angin menghembuskan gelombang infrasonik ke arah itu.

Penjelasan ini juga dapat memecahkan misteri lain tentang merpati. Misalnya, mereka berputar melingkar sebelum berangkat ke satu arah. Hal ini dikarenakan gelombang suara yang begitu panjang, namun lubang telinga burung merpati kecil. Mereka perlu lingkaran untuk merekonstruksi gelombang dan mencari tahu kemana mereka akan terbang.

"Ini adalah ide yang sangat menarik dan provokatif," kata Charles Walcott, seorang neurobiologi di Cornell University, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Walaupun temuan ini sangat meyakinkan, Walcott mengatakan, ujian terberatnya adalah ketika burung berada di lokasi baru di mana infrasonik dari loteng rumah mereka tidak terjangkau, dan melihat apakah mereka masih tersesat.


Penutup

Jika ada diantara kalian yang menyukai merpati, memelihara merpati, atau bahkan mempunyai usaha di bidang burung merpati, mungkin bisa dipraktekan sendiri apakah benar merpati bisa terbang kembali ke rumahnya, dimanapun mereka berada, dengan menggunakan gelombang infrasonik selama gelombangnya terjangkau. Mungkin kalian bisa jadi orang pertama yang memastikan kebenaran teori ini.


Sumber: www.livescience.com


No comments:

Post a Comment